Cara kerja penurunan tegangan
Penurunan tegangan terjadi ketika tegangan di ujung jalur kabel lebih rendah daripada di awal. Setiap panjang kabel memiliki resistansi listrik, dan ketika arus mengalir melaluinya, resistansi tersebut menyebabkan tegangan turun—mirip seperti kehilangan tekanan pada pipa air.
Empat penyebab utama penurunan tegangan:
- Resistansi material: Tembaga adalah konduktor yang lebih baik daripada aluminium, sehingga penurunannya lebih kecil.
- Ukuran kabel: Kabel yang lebih tebal (AWG lebih kecil) memiliki resistansi lebih rendah.
- Panjang kabel: Semakin panjang kabel, semakin besar resistansi dan penurunan tegangannya.
- Beban arus: Semakin besar arus (ampere) yang mengalir, semakin banyak tegangan yang hilang.
Rumus perhitungan penurunan tegangan
Rumus dasar hukum Ohm yang digunakan adalah V = I × Z.
- Satu fasa: VD = (2 × K × I × L) / CM
- Tiga fasa: VD = (1.732 × K × I × L) / CM
- *Di mana K adalah resistivitas material, I adalah arus, L adalah panjang, dan CM adalah circular mils.
Ukuran kabel AWG yang umum
| Ukuran AWG | Luas penampang (mm²) | Arus maks (tip. NEC) |
|---|---|---|
| 14 AWG | 2.08 | 15 A |
| 12 AWG | 3.31 | 20 A |
| 10 AWG | 5.26 | 30 A |
| 8 AWG | 8.37 | 40 A |
| 6 AWG | 13.30 | 55 A |